Apa Itu Multiple Intelligences (MI)?

scrable2Pada hari Minggu pagi yang cerah, di beberapa sudut kota dibuka pasar dadakan. Tempat tersebut dipenuhi oleh para pedagang dan pembeli. Selain kegiatan jual beli, tempat itu dipenuhi juga oleh orang-orang yang datang bersama-sama untuk sekedar ngobrol, bermain, bertanding olah raga dan membaca. Sekumpulan pemain dan penonton terlihat asyik bermain badminton dan catur; seorang musisi asyik meniup seruling bambu; pesulap mempertontonkan kemahirannya di ruang terbuka; di sudut meja taman terlihat beberapa orang yang khusyu mengisi teka-teki silang dan membaca; dan tentu saja seluruh area pasar dipenuhi oleh pembicaraan yang hidup.

 

Apa yang saya temukan dari pemandangan di pasar dadakan tadi, adalah keanekaragaman. Keanekaragaman keterampilan manusia yang dipamerkan di tempat sekecil itu. Melihat sepintas, saya dengan mudah dapat mengidentifikasi berbagai tantangan – pertandingan badminton dan catur, buku dan teka teki silang, penampilan musical dan kinestetik, interaksi social dan lain-lain. Tidak ada yang luar biasa dari pemandangan itu. Keragaman yang saya lihat adalah keragaman yang sama sekali lazim terjadi.

 

Yang menarik perhatian lagi adalah berbagai tantangan di atas menunjukkan aktifitas memecahkan masalah (problem solving). Permainan catur dan badminton mengajukan masalah satu sama lain. Teka-teki silang diisi sebagai tantangan yang diajukan oleh penulis buku. Penampilan musikal dan gerakan membutuhkan solusi masalah tertentu.  Semua itu mengingatkan kita bahwa manusia harus membuat tantangan dan mengajukan masalah sebagai suatu bentuk hiburan.

 

Ada apa dalam diri kita sehingga menghasilkan keanekaragaman intelektual? Dan bagaimana keanekaragaman ini direfleksikan dalam pembelajaran? Dan apakah kecerdasan itu? Pada sesi ini akan diperkenalkan pengertian kecerdasan menurut teori Howard Gardner. Menurut Gardner, kecerdasan bukan suatu ciri tunggal yang dapat diukur dan diberi angka. Ia menunjuk pada tes IQ yang mengukur terutama kecerdasan verbal, logis matematis dan beberapa kecerdasan spasial. Yakin bahwa ada kecerdasan lain yang menjadi aspek penting dalam kapabilitas manusia, Gardner mengajukan kecerdasan lainnya yaitu kecerdasan tubuh/kinestetik, kecerdasan musical/ritmik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis

Teori Multiple Intelligences

 

Teori Multiple Intelligences (MI) merupakan teori yang diajukan oleh seorang ahli psikologi perkembangan dari Harvard, Howard Gardner, pada tahun 1983. Teori tersebut menyatakan bahwa manusia memiliki beberapa jenis “kecerdasan”. Gardner lebih banyak mendasarkan teorinya pada studi tentang orang-orang yang mengalami kerusakan otak dan mempelajari kemampuan relatif atau ketidakmampuan untuk belajar.

 

Gardner menyatakan bahwa kecerdasan merupakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang memiliki nilai pada minimal satu budaya. Kecerdasan yang dijelaskan Gardner yaitu:

 

1. Verbal-linguistik actvl

Berkaitan dengan kata-kata, lisan atau tertulis. Orang-orang yang ahli dalam area ini umumnya bagus dalam menulis, orasi dan cenderung belajar dari metode ceramah. Mereka juga cenderung memiliki kosa kata yang luas serta belajar bahasa dengan mudah.

 

2. Logis-matematisactlm

Berkaitan dengan angka dan logika. Mereka yang cenderung memiliki kecerdasan ini umumnya unggul dalam matematika dan pemrograman komputer. Karir kemungkinan melibatkan sains dan pemrograman komputer.

 

3. Visual-spasialactvs

Berkaitan dengan gambar dan ruang. Orang-orang pada kelompok ini umumnya memiliki koordinasi penglihatan yang tinggi, dapat menafsirkan seni dengan baik. Orang-orang seperti ini biasanya artis, pekerja tangan dan insinyur.

 

4. Kinestetik-jasmanimidragbk

Berkaitan dengan koordinasi otot, gerakan dan melakukan sesuatu. Pada kategori ini, umumnya orang yang mahir dalam olah raga dan tari, bekerja lebih baik ketika bergerak. Sebagai tambahan, mereka belajar lebih baik dengan melakukan sesuatu dan berinteraksi secara fisik. Kebanyakan penari, pesenam dan atlet berada pada kategori ini.

 

5. Musikalactmr

Berkaitan dengan pendengaran. Mereka yang baik dalam kecerdasan ini cenderung menyanyi dan memiliki pola titinada yang lebih baik, serta lebih menyukai musik. Musik juga membantu mereka yang berada pada kategori ini bekerja lebih baik, selain itu belajar cenderung lebih menyerap jika melalui ceramah.

 

6. Interpersonalactie1

Berkaitan dengan interaksi dengan yang lain. Orang-orang yang termasuk kategori ini biasanya ekstrovert dan baik dengan orang-orang. Mereka bisa bersifat karismatik, meyakinkan dan diplomatis. Mereka cenderung belajar lebih baik dalam kelompok, misalnya dalam diskusi.

 

 

7. Intrapersonalactia

Berkaitan dengan diri sendiri. Orang-orang yang termasuk kategori ini seringkali introvert dan memiliki filosofi yang sangat rumit. Mereka seringkali berakhir dalam karir keagamaan atau psikologi dan suka menyendiri.

 

8. Naturalisactna

Berkaitan dengan alam. Orang-orang pada kategori ini tidak hanya baik dengan kehidupan tapi juga dengan berbagai fungsi dan mekanisme di belakangnya; bahkan kebanyak orang dalam kategori ini mengklaim merasakan kekuatan kehidupan dan energi. Pada area ini biasanya ahli biologi atau lingkungan.

 

Kecerdasan lain diajukan, seperti ”kecerdasan spiritual”.

 

14 thoughts on “Apa Itu Multiple Intelligences (MI)?

  1. Dhani says:

    Ada perkembangan baru lagi. Sekarang sudah ada 10 kecerdasan (tambahan 2 dari 8 yang sudah ada).
    Akhir tahun 2008 lalu, Gardner, Bobbi De Porter (tokoh-tokoh yang berada di Project Zero, SuperCamp, Harvard, U.S.) meluncurkan dua kecerdasan lainnya. Kecerdasan ke sembilan adalah kecerdasan eksistensial dan kecerdasan ke sepuluh adalah kecerdasan humor.
    Kami memiliki lembaga yang sedang mengembangkan kedua kecerdasan tadi.

    • allaboutmi says:

      Iya memang benar, saya pernah membaca juga. Hanya saja tidak saya bahas di artikel ini karena saya merasa kurang memiliki referensinya. Dan juga tidak semua kecerdasan majemuk bisa diimplementasikan di semua mata pelajaran. Untuk pelajaran sains (biologi khususnya, karena saya mengajar biologi) juga tidak semua materi bisa menggunakan MI. Saya tunggu informasi hasil pengembangan kedua kecerdasan tadi. Terima kasih banyak.
      -Rika.

  2. Iya, memang benar, saya juga pernah membacanya. Hanya tidak saya masukkan dalam artikel ini karena pembahasan mengenai kedua kecerdasan itu masih kurang referensinya. Implementasi dalam mata pelajaran juga tidak semua bisa diterapkan. Terima kasih atas masukannya. Ditunggu komentar-komentar lainnya yang membangun dan bisa saling melengkapi.

    -Rika.

  3. Agus says:

    Wow… baru baca sepintas pun “kekerenannya” nendang… Ilmu Anda sudah hebat, implementasi apalagi. Saya tunggu buku MI karya Anda yang pasti beda….

    • allaboutmi says:

      ah, biasa aja kok pak, tapi terima kasih complimentnya…Amiiin insya Allah, mudah-mudahan bisa terwujud. Yang pertama kali saya beritahu pasti pak Agus!

    • allaboutmi says:

      Informasi tentang Multiple Intelligences di sekolah-sekolah sekarang semakin meluas dengan diterbitkannya buku “Sekolahnya Manusia” karangan Bapak Munif Chatib. Kalau tidak salah, beliau sudah membuat alat ukur kecerdasan yang dinamakan MIR (Multiple Intelligences Research)…

    • Rika Sukmana says:

      Terima kasih Mbak…maaf baru saya balas. Mengenai kecerdasan 9 dan 10 mohon maaf
      saya tidak memiliki referensi yang cukup tentang hal tersebut. Mungkin mbak bisa menghubungi
      pak Munif Chatib, penulis buku Gurunya Manusia? Terima kasih…

  4. arik says:

    saya mahasiswa semester akhir, dan tugas akhir saya kebetulan membuat alat ukur multiple intelligence untuk mengetahui minat dan bakat seseorang menggunakan metode fuzzy inference system, disini saya sedang mengumpulkan data tentang delapan area multiple intelligence tersebut! bisa tanya tanya sepurat delapan area multiple intelligence guna melengkapi data yang saya butuhkan?

  5. Hairi says:

    manusia diciptakan Allah dengan segudang kecerdasan. seiring berjalannya waktu, penelitian ttg kecerdasan yang terus dilakukan oleh para ahli tidak menutup kemungkinan akan ditemukan kembali kecerdasan” lain yang selama ini belum terungkap.
    dari sekian kecerdasan yang dimiliki manusia pastinya ada satu kecerdasan yang lebih menonjol salah satu alat ukurnya dengan menggunakan MIR. bocorannya donk ttg MIR…!

    • Rika Sukmana says:

      maaf baru aktif lagi blognya…:) Tentang MIR, sebaiknya langsung kepada yang ahlinya, pak Munif Chatib. Terimakasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s