Multiple Intelligences dan Teknologi

Sekolah maupun para orang tua mengetahui pentingnya teknologi dalam pendidikan. Para guru di sekolah dan orang tua di rumah menggunakan computer untuk meningkatkan pendidikan anak-anaknya dan keterampilan di bidang komputer. Akan tetapi, muncul pertanyaan: apakah teknologi dapat memenuhi kebutuhan akan gaya belajar siswa yang berbeda-beda?

 

Sebagai pendidik kita tidak asing dengan pendapat bahwa masing-masing individu belajar dengan cara yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa masing-masing pelajar memiliki metode yang dipilihnya sendiri dalam memproses informasi dan pilihan itu berhubungan dengan “gaya belajar” individual. Sejumlah teori tentang gaya belajar telah digulirkan. Termasuk jika kita mendengar istilah gaya belajar maka kita ingat akan Howard Gardner dengan teori Multiple Intelligencesnya. Gardner mengatakan bahwa orang memperoleh pengetahuan dengan tujuh cara yang berbeda, dan mereka memiliki kompetensi pada masing-masing ketujuh kecerdasan tersebut namun dominan hanya pada salah satunya.

 

Tidak perlu dipermasalahkan teori gaya belajar mana yang kita anut. Gagasan penting yang perlu kita pahami adalah semua orang belajar dengan cara yang berbeda, dan kita perlu mempertimbangkan hal itu ketika merencanakan pembelajaran. Bahkan guru pun memiliki gaya mengajar yang berbeda, dan hal itu cenderung berkaitan erat dengan cara terbaik mereka dalam belajar. Tidak ada satu metode pengajaran yang dapat merangkul semua pelajar. Karena siswa yang belajar itu berbeda, maka kita harus menyediakan bermacam-macam metode pengajaran agar cocok dengan beragam gaya belajar yang dibawa oleh siswa ke kelas. Dalam artikel berjudul “Bucknell’s Electronic Classroom: Exploring Tomorrow’s Education Today”, Brian Hoyt dari Bucknell University menjelaskan bahwa akan ada konsekuensi-konsekuensi serius jika antara gaya belajar siswa dan gaya mengajar tidak cocok. Diantaranya situasi dimana siswa tidak mengerti apa yang diajarkan dan para professor yang frustasi dengan nilai tes yang rendah, kelas yang tidak responsive atau sikap bermusuhan, ketidakhadiran dan drop out.

 

Bagaimana mencocokkan teknologi dengan gaya belajar?

Penelitian-penelitian dalam pendidikan menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknologi siswa akan menjadi lebih termotivasi, aktif dalam pembelajaran, dapat memecahkan masalah lebih baik, serta memperoleh keterampilan berfikir kritis. Lantas, apakah berarti semua masalah pendidikan terpecahkan dengan memasukkan teknologi ke sekolah? Apakah teknologi benar-benar membantu siswa belajar, dan apakah teknologi memenuhi kebutuhan gaya belajar siswa yang bervariasi?

 

Belum banyak yang meneliti tentang hal tersebut, karena computer masuk ke sekolah lebih cepat daripada penelitian. Memasukkan computer ke dalam kelas dalam beberapa hal telah merubah struktur pengajaran dan pembelajaran. Guru menjadi fasilitator bagi siswa dalam memperoleh informasi daripada sebagai sumber semua pengetahuan. Sebagai pendidik yang tertarik dengan pemanfaatan computer di sekolah, kita sebaiknya mempertimbangkan bagaimana caranya teknologi dapat membantu seluruh siswa belajar. Ingat bahwa sebagaimana kita perlu memvariasikan metode pengajaran secara tradisional guna memenuhi kebutuhan semua siswa, maka kita juga harus memvariasikan cara penggunaan computer. Jadi jika kita menggunakan computer hanya untuk menulis, hanya sebagian kecil siswa yang belajar dengan cara terbaiknya. Dan perlu diingat pula bahwa dalam beberapa kasus (materi pelajaran ) pembelajaran berbasis teknologi mungkin saja bukan merupakan metode pengajaran yang paling tepat.

 

Multiple Intelligences dan Komputer

Menurut Davis (1991), computer bisa menjadi alat bernilai dan penting jika dikombinasikan dengan ketujuh Multiple Intelligencesnya Howard Gardner sehingga para pendidik dapat menyentuh siswa dengan gaya belajar yang bervariasi.

 

Masing-masing Multiple Intelligences dapat dilatih dan dibantu dengan penggunaan computer melalui beberapa cara berikut ini:

 

  • Linguistik : Satu cara mudah untuk memasukkan pemanfaatan computer di kelas adalah menggunakannya untuk menulis. Hal ini dapat membantu mengajarkan keterampilan bahasa, menulis, mengedit dan keterampilan menuliskan kembali. Internet memberikan fasilitas untuk berkomunikasi dan terbukti sebagai alat yang berguna dalam pembelajaran bahasa melalui e-mail dan sebagainya. Selain itu penggunaan videodisc untuk membuat presentasi atau penggunaan tape recorder.
  • Logis-matematis: Banyak program computer yang mengajarkan keterampilan berfikir kritis dan logis, bahkan dalam bentuk format game (permainan) yang dapat memotivasi siswa. Banyak program latihan dan praktek yang memberikan pengalaman dalam area matematika. Program database dapat membantu siswa mengeksplorasi dan mengorganisasikan data serta informasi.
  • Spasial: Program grafik membantu mengembangkan persepsi spasial dan mengembangkan kreatifitas dengan membiarkan siswa membuat desain mereka sendiri. Ada beberapa program yang dapat membantu siswa memvisualisasikan konsep-konsep matematika. Browsing internet dan mengorganisasikan files, folder dan directory dalam computer melibatkan beberapa pemahaman spasial.
  • Musikal : banyak program yang membantu siswa menulis atau memainkan musik. Musik sering digunakan dalam program computer untuk menarik perhatian dan minat.
  • Kinestetis Jasmani: Menggunakan computer membutuhkan koordinasi mata dan tangan. Siswa kontak dengan keyboard, mouse, dan alat-alat lainnya.  Bekerja dengan computer berarti siswa harus aktif terlibat dalam pembelajaran.
  • Intrapersonal: Komputer dapat membantu siswa membangun keterampilan individual. Siswa dapat bekerja dengan langkahnya sendiri dengan computer.  Membuat portofolio multimedia, software problem solving serta setiap program yang membiarkan siswa bekerja secara independent.
  • Interpersonal: Siswa dapat bekerja bersama-sama dalam kelompok. Hal ini mendorong keterampilan seperti kerjasama dan komunikasi. Komputer mendorong cooperative learning dalam semua pelajaran.

 

Kesimpulan

 

Kita semua belajar dengan cara yang berbeda. Para pendidik perlu berupaya untuk memenuhi kebutuhan semua siswa dengan menyediakan pembelajaran yang menggunakan metode pengajaran bervariasi. Ketika mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, guru harus mengingat kebutuhan semua siswa serta menggunakan metode dan teknik pengajaran yang bermacam-macam disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan.

 

-Rika.

(Dari berbagai sumber)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s