1 + 1 tidak sama dengan nol?

Tulisan ini sebagai upaya untuk memberikan makna terdalam bagi siswa didik, termasuk saya pribadi. Semoga dengan begitu mereka tidak akan merasa hambar terbentur dengan kenyataan ilmiah yang kadang hampa tanpa makna…semoga bermanfaat…

Ketika di Taman Kanak-Kanak, anak saya sudah diajarkan oleh gurunya tentang logika matematika sederhana. Gurunya mencontohkan bahwa jika kita punya dua cokelat dikurang satu cokelat maka hasilnya sama dengan satu cokelat. Kemudian, jika satu cokelat dipotong-potong dan dimakan bersama-sama dengan teman-teman yang lain maka cokelatnya akan habis tak bersisa atau sama dengan nol.

Nol sama dengan tidak ada, dan kita tidak memiliki apa-apa. Jadi secara logika, kalau punya satu cokelat, lalu diberikan pada orang lain akan habis…So, kalau punya satu cokelat lebih baik dimakan sendiri aja lebih enak ya? Atau beli satu cokelat lagi, lumayan, untuk energi sementara.

Lalu bagaimana logika matematik menghitung isi sebuah hadist di bawah ini:
Harta itu sungguh tidak berkurang dengan sedekah“ ( HR. Muslim dan Tirmidzi).

Secara logika: cokelat = harta, dan jika diberikan pada orang lain tidak berkurang?
Sungguh, Maha Benar Allah dan Rasul-Nya. Hal ini dapat dijelaskan melalui proses glikolisis (salah satu tahapan dalam proses respirasi sel di dalam tubuh manusia).

Kita ketahui bahwa manusia memerlukan energi untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Energi itu diperoleh dari hasil pemecahan/penguraian bahan bakar yang disebut proses katabolisme. Contoh katabolisme yaitu respirasi sel. Respirasi secara umum didefinisikan sebagai proses pembebasan energi kimia melalui reaksi oksidasi. Dari peristiwa ini akan dihasilkan energi dalam bentuk ATP (Adenosin Triphosfat). Karena terjadi di dalam sel, maka disebut respirasi sel. Respirasi sel terjadi melalui serangkaian reaksi kimia yang kompleks. Jika molekul yang digunakan sebagai substrat untuk dioksidasi adalah gula atau glukosa, maka prosesnya terdiri atas tiga tahap yaitu glikolisis (pemecahan glukosa menjadi asam piruvat), siklus Krebs dan Rantai Transfer Elektron.

Pada tahap pertama dari respirasi sel yaitu glikolisis, terjadi pemecahan 1 molekul glukosa yang menghasilkan 2 asam piruvat, 2 ATP dan 2 NADH2. Glikolisis terjadi melalui dua rangkaian reaksi, yaitu rangkaian I (pelepasan energi) dan rangkaian II (membutuhkan oksigen). Singkat cerita, pada rangkaian I, dibutuhkan sebanyak (-2) ATP. Pada rangkaian II, dihasilkan (+4) ATP. Jadi, energi hasil akhir bersih pada tahap glikolisis untuk mengubah glukosa menjadi 2 asam piruvat adalah :

Energi yang dibutuhkan tahap I : – 2 ATP
Energi yang dihasilkan tahap II : + 4 ATP
Energi hasil akhir bersih : 2 ATP

Pada proses akhir dari tahapan respirasi sel, dari 1 molekul glukosa saja akan dihasilkan 36-38 ATP. Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktifitas kita sehari-hari.

Subhanallah, jelas bukan? Harta yang kita berikan pada orang lain, tidak akan berkurang, melainkan akan bertambah! Allah telah menjelaskannya dalam proses yang terjadi di dalam tubuh kita sendiri. Dari pengalaman-pengalaman yang pernah dialami, telah memberikan pemahaman kepada saya, bahwa dengan bersedekah atau memberi kepada orang lain, baik berupa materi maupun immateri, meskipun tak seberapa, bisa kembali menjadi berlipatganda dan pasti datang pada waktu yang tepat. Bahwa sedekah yang telah dikeluarkan akan memberikan balasan sesuai dengan niat dan tujuan. Bahkan pemberian pada binatang pun misalnya pada kucing, dengan niat hati yang tulus maka pemberian itu tidak akan pernah sia-sia…

Dan seperti halnya respirasi sel yang menghasilkan energi cukup besar untuk aktifitas keseharian kita, begitu pula sebaiknya dengan zakat, sedekah dan amal jariyah lainnya. Zakat, sedekah dan pemberian kita kepada yang membutuhkan jika dikelola dengan baik dan benar, semestinya menghasilkan ’energi’ (baca: semangat) cukup besar misalnya, untuk mengentaskan kemiskinan di negeri ini atau membangkitkan perekonomian bangsa., bukan begitu?

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah 2:245)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s