Mudik Tercepat…

Mudik tahun ini terasa istimewa. Mengapa? Biasanya, setiap kali kami mudik pasti terkena macet. Kemacetan yang tidak saja bisa membuat seluruh badan ini pegal-pegal,
namun juga pikiran dan emosi yang terkadang membuat perut mual.

Tahun ini berbeda.
Bersyukur sekali, karena saat berangkat dan pulang mudik tidak mengalami antrian panjang seperti biasanya.

Berangkat malam Senin, jalanan terasa lengang. Jarak Bandung-Ciamis ditempuh sekitar 4 jam saja. Saat berencana kembali ke Bandung, kami terus memantau berita. Akhirnya diputuskan untuk pulang hari Sabtu melalui jalur Cikijing-Sumedang-Bandung. Tidak ada antrian panjang yang berarti. Jarak Rancah-Cikijing-Bandung ditempuh selama kurang lebih 8 jam, itupun dikurangi 1,5 jam karena istirahat makan dan sholat magrib-isya.

Mudik kali ini sepertinya mudik tercepat yang pernah dialami sepanjang sejarah permudikanku. Ya, liburan idul fitri tahun ini seperti dikejar oleh waktu. Padahal setiap hari diburu oleh yang namanya sang waktu. Rencana untuk pergi berlibur sejenak ke tempat tertentu pun tidak jadi. Melihat berita kemacetan di televisi sudah membuat ‘kelelahan’ tersendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s