Mengembangkan Silabus Sendiri

Mengembangkan silabus sendiri? Yap. Maksudnya adalah mengembangkan silabus dari hasil pemikiran sendiri. Berbekal prinsip-prinsip pengembangan silabus yang ada pada Permendiknas no. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses. Pada dokumen pengembangan silabus disebutkan bahwa dalam penyusunan silabus harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Ilmiah
2. Relevan
3. Sistematis
4. Konsisten
5. Memadai
6. Aktual dan Kontekstual
7. Fleksibel, dan
8. Menyeluruh.

Pada mata pelajaran Biologi kelas XII terdapat Standar Kompetensi (SK) yang berbunyi “Melakukan percobaan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan”. Untuk SK tersebut, kompetensi dasar (KD) yang diharapkan adalah siswa dapat:
1. merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan;
2. melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan
3. mengkomunikasikan hasil percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan tumbuhan.

Pada materi pokok untuk KD 1 (merencanakan percobaan pertumbuhan) saya berpikir, ada satu hal yang bisa disisipkan sebagai dasar bagi siswa sebelum memahami proses pertumbuhan tumbuhan, yaitu proses perkecambahan. Ya. Saya pikir sebelum mengetahui pertumbuhan tumbuhan, siswa sebaiknya mengenal struktur biji terlebih dahulu.

Maka pada materi pokok, sebelum mempelajari variabel percobaan dan yang lainnya, saya tambahkan materi mengenai Struktur biji dan Jenis-jenis perkecambahan.

Kegiatan pembelajarannya yaitu melakukan pengamatan terhadap biji dan menjelaskan perkecambahan.

Indikator yang saya buat yaitu:
– Mengidentifikasi bagian-bagian biji
– Menjelaskan mekanisme perkecambahan
– Membedakan tipe perkecambahan
– Mengurutkan tahapan perkecambahan

Melalui kegiatan diskusi kelas tentang proses perkecambahan, maka kita dapat menyisipkan pesan-pesan religius di dalamnya (pendidikan karakter). Salah satunya, yaitu mengingatkan kepada peserta didik bahwa dalam Al Quran surat Al An’am ayat 95, Allah SWT telah menjelaskan mengenai proses perkecambahan tersebut:

“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?”.

Sumber gambar: Plant Cell Physiology, Oxfor University Press, http://pcp.oxfordjournals.org

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s