About Curriculum 2013

Ribut-ribut masalah pergantian kurikulum menjadi kurikulum 2013, saya kok tenang-tenang aja ya…heheh…lebih cenderung menyimak. Banyak komentar yang pada awalnya menggugat perubahan tersebut. “kurikulum proyek”, “melanggar UU Sisdiknas”, “tidak melibatkan guru”, “mengada-ada”, “terlalu mengawang-awang”, dan sederet hujatan lainnya.

firing-teachers-cartoonSumber gambar: http://johnstoof.blogspot.com

Tidak salah dengan adanya kritikan. Saya yakin semua pihak merasa memiliki dan peduli untuk pendidikan yang lebih baik di negeri ini. Namun, sama seperti halnya Ujian Nasional, guru mau berteriak sampai suara serak juga, “kurikulum 2013 jalan teruusss…”, begitu kata pak Menteri Nuh. (kelebihan u dan s nya itu dilebaykan oleh saya…heheh…).

Akhirnya, terlepas dari pro dan kontra, saya sebagai guru mencoba untuk memahami isi dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum baru yang rencananya akan diterapkan di Tahun Pelajaran 2013/2014 nanti. Berhubung saya mengajar di SMA, maka tentunya saya membaca KI/KD SMA terlebih dahulu.

Ketika membaca Kompetensi Inti nomor 1, ternyata di semua mata pelajaran SMA bunyinya sama “menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya”. Pikiran saya jadi teringat ketika awal tahun 2010 mengikuti sebuah workshop yang diadakan oleh Departemen Agama, workshop penyusunan kurikulum sains berbasis Iman dan Takwa atau IMTAK. Ketika itu, guru-guru sains dari seluruh Indonesia (perwakilan beberapa sekolah dari berbagai provinsi) berkumpul dan mencoba menyusun contoh kurikulum sains berbasis imtak. Saya bertemu dengan guru-guru hebat dan narasumber super. Kami saling bertukar pengalaman dan sharing informasi. Namun sayang, follow up workshop yang rencananya diikat dalam sebuah jaringan online, hingga kini belum terdengar kabar beritanya. Nah, ketika itu pak Ahmad Barizi (Ketua PKSI atau Pusat Kajian Sains dan Islam UIN Maliki Malang memaparkan materi tentang Model Integrasi Sains dan Islam. Dalam pengantarnya beliau menjelaskan bahwa kecenderungan global saat ini adalah mendominasinya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam seluruh sendi kehidupan manusia termasuk dunia pendidikan. IPTEK secara perlahan menggeser tata nilai dan tradisi yang pada puncaknya manusia bisa mengalami Existential Frustration. Dalam paparannya beliau juga menyinggung tentang kurikulum terpadu dimana agama menjadi inti dari seluruh mata pelajaran yang ada.

Tapi saya bukan hendak membahas kurikulum sains berbasis imtak itu. Saya akan ‘mengira-ngira’ metode apa saja yang nanti akan saya gunakan di kelas Biologi SMA dengan menggunakan kurikulum baru. Karena inti dari kurikulum 2013 adalah tematik-integratif. Seperti apa tematik-integratif itu? Ini yang menurut saya menjadi tantangan tersendiri bagi para guru agar semakin kreatif dan produktif. Guru sebaiknya semakin lebih banyak lagi melakukan eksplorasi, bereksperimen dan berbagi informasi untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuannya tentang pembelajaran terkini. Salah satu buku yang pernah saya baca dan ingin saya aplikasikan adalah bukunya Robin Fogarty berjudul “How To Integrate The Curricula”. Saya akan mencoba untuk membuat pembelajaran yang sifatnya tematik integratif berbekal pengetahuan dari buku tersebut. Saya tidak takut salah karena salah merupakan bagian dari proses belajar. After all, you are the master of your own classroom🙂 … (bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s