Kegiatan Laboratorium Biologi Untuk Penelitian

Belajar Biologi diperoleh melalui berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains. Di dalam Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dinyatakan bahwa keterampilan proses sains ini, meliputi keterampilan mengamati, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan secara baik dan benar dengan selalu mempertimbangkan keamanan dan keselamatan kerja, mengajukan pertanyaan, menggolong dan menafsirkan data, serta mengkomunikasikan hasil temuan secara lisan atau tertulis, menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah sehari-hari.

Saya termasuk yang kurang betah kalau mengajar biasa-biasa saja. Menghadapi siswa-siswi yang heterogen membuat otak ini harus berputar, bagaimana caranya agar materi bisa tersampaikan sehingga mereka paham dan beragam gaya belajar mereka terakomodir dengan baik. Tidak mudah memang.

Menyadari bahwa pembelajaran Biologi harus dilakukan melalui eksperimen, maka pada bab Jamur kelas X (KD 2.4 Mendeskripsikan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur berdasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan kajian literatur serta peranannya bagi kehidupan) saya coba gabungkan dengan materi Bioteknologi kelas XII (KD 5.2 Mendeskripsikan implikasi bioteknologi pada sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat), saya mengajak siswa  untuk melakukan penelitian tentang mencari formula yang tepat dalam membuat donat.

Siswa dibagi ke dalam 4 kelompok. Masing-masing kelompok menentukan variabel manipulasinya. Rumusan masalah yang diberikan adalah sebagai berikut:

Bagaimana pengaruh banyaknya ragi terhadap tekstur, rasa dan massa donat?”

Pendahuluan

Pembuatan donat merupakan salah satu proses pengolahan dengan memanfaatkan mikroba yaitu jenis khamir Saccharomyces cerevicae yang sering dikenal dengan ragi roti. Saccaromyces cerevicae digunakan sebagai bahan pengembang pada pembuatan donat atau jenis roti-rotian lainnya karena dapat menghasilkan enzym yang dapat merombak gula menjadi alkohol dan gas COyang terbentuk selama proses fermentasi mengakibatkan adonan donat menjadi mengembang, hal ini juga bisa terjadi karena tepung yang telah diadoni sifatnya elastis sehingga dapat mengurung gas CO2 yang telah terbentuk selama proses fermentasi.

Tingkat pengembangan adonan sangat dipengaruhi oleh kekalisan atau kepadatan adonan donat dan aktifitas ragi dalam adonan. 

Variabel yang diukur yaitu tekstur, rasa dan massa donat.

Variabel manipulasi yaitu jumlah ragi. Dalam kegiatan ini jumlah ragi ditentukan adalah 4 gram, 6 gram, 8 gram dan 12 gram.

Resep yang digunakan yaitu untuk terigu 250 gram, kuning telur 3 butir, susu 10 gram, mentega 2 sdm, garam dan gula halus secukupnya, serta air mineral 100 ml.

donat1

Kesimpulannya…

Dari hasil percobaan membuat donat, dan melalui uji organoleptik sederhana, diperoleh hasil bahwa donat yang dibuat dengan jumlah ragi 6 gram merupakan donat yang paling banyak disukai. Dilihat dari tekstur (keempukan dan rongganya), serta dari rasanya.

donat2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s