Surat Untuk Bumi

Kepada Bumi
Ketika kau datang dan aku pergi
Aku hanyalah sunyi
Tapi ketika aku datang dan kau pergi
Aku makin tak berarti (HB Arifin)

Dear Bumi,

Maafkan kami
yang terkadang tak menyadari
bahwa engkaupun hidup
kau butuh air, seperti halnya kami, untuk dihirup.
Hingga kautumbuhkan tanaman dan buah-buahan
hingga kausimpan air cadangan,
karena saat musim panas kami sering kehausan.

Maafkan kami
yang semakin tak peduli
yang semakin merusakmu setiap hari
dengan barang-barang yang kami beli
dengan acara-acara yang hanya menghasilkan sampah di sana sini.

Berjuta maaf untukmu, bumi
karena pohon-pohon kami tebangi
seringkali demi sesuap nasi.
Kami tak takut lagi dengan larangan dan sanksi
karena sebagian besar para pemimpin kami sibuk korupsi
karena sebagian besar para pemimpin kamipun tak peduli
tentang kerusakan lingkungan yang semakin menjadi-jadi…

Bumiku sayang,
kami yakin engkau tak pernah salahkan hujan
untuk tanah yang tergerus menutup jalanan
untuk aliran air yang mencari tempat penyerapan.
Kamilah penyebab dari semua kerusakan…

Bandung, 18 Januari 2014

Rika WS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s