Menerjemahkan Kurikulum 2013 Pada Sub Pokok Bahasan Tumbuhan Berbiji

Tahun pelajaran 2013/2014, kelas X harus sudah menerapkan kurikulum 2013. Terus terang, ketika mendengar dan mengikuti sosialisasinya, saya tidak terlalu antusias. Maaf, bukan bermaksud nyombong, bukan itu. I hate myself when I say this. Tetapi, beberapa contoh yang dipaparkan oleh penyaji sudah pernah saya terapkan sebelumnya saat menggunakan KTSP. Lalu, dalam hati saya bertanya, kalau begitu apanya yang baru ya dari kurikulum yang disebut baru itu…?

Oh, ternyata administrasinya yang ribet, ‘ruwet’ dan panjang. Sungguh tidak cocok bagi saya yang ‘malas’ ini heheh… Kenapa ya, administrasi guru tidak dibuat sesederhana mungkin? Guru tugasnya kan mengajar, dan mencari cara bagaimana siswa siswinya mengerti/paham apa yang disampaikan juga agar mereka senang dalam belajar…

Kurikulum 2013 menurut saya penuh idealisme. Tapi apakah itu salah? Saya pikir, janganlah apriori dulu. Mungkin kesannya seperti dibuat tergesa-gesa, tapi cobalah kita melihat dari sisi positifnya. Pemerintah sudah menyiapkan standar-standarnya. Guru tinggal mengembangkannya dalam bentuk rencana pembelajaran. Mungkin perlu penyempurnaan di sana sini. Dengan masukan dari guru-guru pelaksana di lapangan, semestinya kurikulum 13 semakin baik, bukan semakin ngawur. Apalagi jika dalam penerapan kurikulum 13 masih ada Ujian Nasional sebagai penentu kelulusan. Padahal katanya menerapkan kurikulum yang dari segi relevansinya ‘bertujuan untuk menyiapkan peserta didik yang siap untuk hidup dan bekerja dalam masyarakat”…

Kalau boleh saya usul, guru jangan terlalu dibebani oleh tugas-tugas administratif yang njelimet dan memakan kertas berlembar-lembar. Apalagi jika gagasan profesor Habibie diterapkan. Kita harus bersiap untuk tidak menggunakan kertas yang bertumpuk-tumpuk lagi. Dengan membawa rencana pembelajaran ke kelas berisi tujuan, metode, kegiatan sampai ke penilaiannya yang jelas, saya pikir sudah cukup. Karena untuk menilai siswa juga membutuhkan teknik dan waktu yang tidak sebentar. Apalagi jika guru merangkap dengan melaksanakan tugas-tugas tambahan lainnya…hmm…capek deh…

Kembali ke inti tulisan ini. Saya hanya ingin berbagi sedikit pengalaman saja. Mungkin ini bukan yang terbaik. Tapi setidaknya bisa memberikan inspirasi (mungkin) bagi teman-teman guru. Inilah upaya saya ‘menerjemahkan’ kurikulum 2013 pada materi tumbuhan berbiji, mata pelajaran Biologi kelas X.

Kompetensi Dasar:
3.7 Menerapkan prinsip klasisfikasi untuk menggolongkan tumbuhan ke dalam divisio berdasarkan pengamatan morfologi dan metagenesis tumbuhan serta mengaitkan perannya dalam kelangsungan kehidupan di bumi.
4.7 Menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan serta berbagai aspek kehidupan dalam bentuk laporan tertulis.

Tiba pada materi tentang Kindom Plantae, saya berpikir. Dengan Kompetensi Dasar seperti di atas, apa kira-kira inti kompetensinya ya? Ah, ya. Saya akan coba untuk mengaitkan peran tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa sebaiknya menyajikan data tentang morfologi dan peran tumbuhan dalam bentuk laporan tertulis. Maka mulailah saya untuk membuka sub-pokok bahasanTumbuhan Berbiji dengan aktivitas di bawah ini. Saya tidak menuliskan secara rinci rencana pembelajarannya. Di sini hanya berbagi aktivitas/kegiatan yang bisa dilakukan untuk materi tersebut. Untuk rencana pembelajarannya bisa disesuaikan dengan kondisi dan potensi sekolah masing-masing.

Pokok Bahasan: Kingdom Plantae
Sub-pokok bahasan: Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Pertemuan ke-1 dari sub-pokok bahasan tumbuhan berbiji. (Dua pertemuan sebelumnya telah dijelaskan tentang tumbuhan lumut dan paku-pakuan)

Kegiatan 1: Siswa melakukan pengamatan di halaman sekitar sekolah. Melalui Lembar Kerja yang telah disiapkan, setiap kelompok mendata tumbuhan yang ada dengan cara mengamati akar, batang, daun, bunga dan habitatnya. Setiap individu/kelompok mencari 4 tumbuhan yang berbeda.

Pertemuan ke-2
Kegiatan 2: Siswa secara individual melakukan klasifikasi dari beberapa contoh tanaman hasil pengamatan sebelumnya. Siswa mengamati tumbuhan yang disediakan oleh guru. Siswa mengamati ciri morfologi dan membuat taksonomi dari beberapa tumbuhan tersebut dan disajikan dalam bentuk tabel pengamatan morfologi tumbuhan.

Pertemuan ke-3
Kegiatan 3: Siswa dalam kelompok membuat Daftar Kartu Pohon. Aktivitas ini untuk mengaitkan peran tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari. Kartu pohon memuat data tentang: nama pohon, tingginya, penyebaran, buahnya, ciri2 lainnya, fungsi/manfaatnya. Disertai dengan sketsa/gambar pohonnya.

Pertemuan ke-4
Kegiatan: pada pertemuan keempat ini, siswa dalam kelompok diberi gambar bentang darat. Pada gambar bentang darat itu siswa diminta untuk menentukan tumbuhan/pohon apa yang cocok untuk ditanam di daerah atau lingkungan yang ada dalam gambar. Sketsa gambar pohon yang telah dibuat siswa sebelumnya, bisa ditempelkan dalam gambar bentang darat tersebut.

Terakhir, setiap kelompok mempresentasikan hasilnya dan dilakukan diskusi kelas.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s