Guru MILITAN dalam Revolusi Pendidikan

Ide judul tulisan di atas muncul begitu saja saat di atas kendaraan menuju perjalanan pulang.

Akhir2 ini saya sangat prihatin melihat kasus-kasus yang menimpa anak-anak sekolah, remaja berseragam sekolah. Sebagai seorang yang berkiprah di bidang pendidikan, saya merasa ada sesuatu yang salah. Tapi entah, salahnya dimana. Kalau saya menyalahkan orangtua, nanti orang tua marah. Kalau saya menyalahkan pemerintah, nanti pemerintah yang marah. Salahkan guru? Nanti ada yang marah juga. Kalau begitu, salahkan sistem saja gitu, ya? Toh sistem bukan sesuatu yang hidup. (Eh, tapi yang membuat sistem itu pastinya makhluk hidup loh…). Ah, sudahlah. Akan panjang bahasannya. Saya hanya akan memaparkan judul tulisan ini.

Guru MILITAN? Eits, jangan kaget dulu. Militan adalah sebuah singkatan. Arti kata militan dalam KBBI adalah bersemangat tinggi; penuh gairah; berhaluan keras. Di era percepatan perubahan pendidikan saat ini, menurut saya guru perlu bersifat MILITAN. Kita kalah cepat dengan kecepatan masuknya informasi melalui media teknologi. Maka dari itu dibutuhkan semangat tinggi dalam mengajarkan kebaikan-kebaikan. Berhaluan keras bukan berarti mengikuti aliran garis keras, namun bekerja keras dalam mewujudkan tujuan dan cita-cita pendidikan nasional di posisinya masing-masing. Apa singkatan dari MILITAN tersebut?

1. M = Mau belajar.
Seorang guru hendaknya senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Setiap saat bumi ini bergerak, maka perubahan adalah sebuah keniscayaan. Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, di kongres 2 IGI beberapa waktu lalu berpesan bahwa “jadilah guru pembelajar”. Begitu juga kata ahli hikmah, “Tuntutlah ilmu dari sejak buaian hingga liang lahat”. Artinya, selama kita masih bernafas, hendaknya senantiasa belajar.

2. I = Ikhlas.
Terus terang saya tidak berani mendefinisikan kata yang satu ini dengan bahasa sendiri. Di dalam al Quran ada surat Al Ikhlas, tapi ayat-ayat di dalam surat tersebut tidak ada kata “ikhlas” atau “khalasha”, “yukhlishu”, maupun“akhlasha”. Mungkin seperti itulah ikhlas. Ada, tapi tiada. Menjadi guru senantiasa dituntut memperbaiki niat dan hati agar tulus. Niat yang murni dan bersih tanpa campuran.

3. L = Literasi.
Apa itu literasi? Saya akan mengutip maknanya dari blog pak Satria Dharma, pelopor gerakan literasi sekolah di Indonesia. “Literasi biasanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. Pengertian itu berkembang menjadi konsep literasi fungsional, yaitu literasi yang terkait dengan berbagai fungsi dan keterampilan hidup”. Jika ingin tahu lebih jauh mengenai mengapa guru harus berliterasi, silakan kunjungi blognya pak Satria di satriadharma.com heheh..

4. I = Inovatif.
Bersikap inovatif merupakan salah satu keterampilan abad 21. Implementasi dari inovasi adalah guru melakukan aksi terhadap gagasan-gagasan kreatif untuk menyumbangkan sesuatu yang nyata dan bermanfaat atau dengan kata lain guru sebaiknya menampilkan sesuatu yang baru, diantaranya memperbaharui metode dan strategi belajar mengajar.

5. T = Terbuka
Seorang guru sebaiknya bersikap terbuka baik wawasan dan pikirannya. Terbuka terhadap pengetahuan baru dan menerima perbedaan dengan sikap bijaksana. Keragaman adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi. Namun bagaimana menyikapi perbedaan sehingga dapat menjadi sebuah harmoni dibutuhkan sebuah keterbukaan pikiran.

6. A = Aktif.
Guru senantiasa dituntut untuk aktif dan reaktif. Peka dan terbuka. Tidak menunggu bola tapi menjemput bola.

7. N = Nalar.
(Ber)nalar juga merupakan salah satu keterampilan abad 21. Kekuatan berpikir seperti berpikir kreatif dan berpikir kritis (critical thinking) merupakan modal untuk dapat menjalankan pembelajaran berbasis saintifik dalam kurikulum nasional.

Terdengar ideal ya? Mungkin. Tapi inti sari dari semua itu adalah huruf pertama, yaitu huruf M, Mau belajar. Jika tidak ada M, kata militan menjadi ilitan yang dalam bahasa Gayo berarti serba salah/tidak cocok/tidak sesuai…:0

Bandung, 24 Februari 2016.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s