E-DUKASI

EDUKASI, setiap hurufnya memiliki arti.

(Temukan jawaban lengkapnya di artikel berjudul: Apa Itu EDUKASI?)

 

Saya teringat sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu. Ketika itu di sekolah menengah atas tempat saya mengajar diadakan workshop sebagai acara rutin memasuki tahun ajaran baru. Bapak Dr. Jalaluddin Rakhmat sebagai Kepala Sekolah senantiasa ”membawa” suatu informasi terbaru yang disampaikan kepada para guru. Pak Jalal pada kesempatan kali itu memperkenalkan kepada kami tentang Multiple Intelligences teorinya Howard Gardner. Lalu meminta kepada guru-guru untuk senantiasa mempertimbangkan aspek potensi siswa yang beragam dalam mengajar di kelas. Setelah menyimak uraian beliau mengenai MI saat itu, saya langsung berteriak (tentu dalam hati), aha! Ini dia yang selama ini saya cari…

 

Menghadapi siswa-siswi dengan beragam latar belakang pendidikan, kemampuan serta budaya yang bermacam-macam tumplek plek dalam satu kelas tidaklah mudah. Hal ini sempat membuat saya ”frutasi” dan berpikir untuk berhenti saja mengajar. Namun setelah membaca teori Howard Gardner, saya merasa tertarik untuk mencoba menerapkannya di kelas. Maka memasuki semester 2 kelas X waktu itu, saya mencoba menyusun rencana pembelajaran dengan menggunakan MI. Percobaan kecil-kecilan itu tidak menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas yang mutaakhir. Namun saya menyadari bahwa hasil yang saya dapatkan memberikan dampak positif terutama kepada siswa yang saya ajar saat itu (baca hasilnya pada artikel: BAGAIMANA JIKA MEREKA BELAJAR SECARA BERBEDA : MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MELALUI  MULTIPLE INTELLIGENCES)

 

Sekarang, teori MI di Indonesia telah banyak diterapkan dan diadaptasi di sekolah-sekolah terutama sekolah dasar. Penerapan teori MI memang lebih mudah diterapkan pada siswa sekolah dasar. Sedangkan untuk siswa menengah, kita dapat mengambil pesan inti dari teorinya Howard Gardner, sebagaimana yang dikatakannya bahwa ”the theory holds out hope that students can be reached in different ways.” Jangan sampai kita meniru tindakan yang kurang bijak sehingga membuat salah seorang siswa SMP di Kalimantan Timur pingsan gara-gara dipukul gurunya menggunakan sapu karena ia bermain gitar. Alasannya: mengganggu teman-temannya belajar (Berita Trans7, Rabu 11 Februari 2009).

 

Jadi, melalui blog ini saya ingin mengajak para pendidik khususnya, baik itu guru, dosen atau apapun namanya,  yuk kita ubah paradigma lama tentang cara mengajar kita. Mari kita ubah cara pandang kita terhadap anak didik dengan melihat dari berbagai sisi. Anak-anak memiliki potensinya masing-masing yang bisa berkembang pesat jika kita beri mereka kesempatan untuk berkembang. Tolong sebarluaskan ke seluruh pelosok negeri Indonesia, ke ruang-ruang para pengambil kebijakan di negeri ini, agar mereka tahu (meskipun mungkin sebagian besar sudah tahu dan sadar) bahwa bangsa ini akan maju jika sumberdaya manusia yang bernama guru dan yang dididik oleh guru, memiliki kepercayaan diri, jujur serta bangga akan bangsanya sendiri.

 

Di dalam blog ini terdapat beberapa artikel yang berkaitan dengan pendidikan. Selain itu, saya sertakan beberapa contoh RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) menggunakan MI guna memenuhi permintaan beberapa guru yang telah mengirimkannya melalui email (maaf menunggu lama ya bu, pak).

 

Wahai guru, mari kita bersatu, membangun bangsa demi anak cucu

Siapa lagi yang akan membuat negara ini maju, jika bukan dimulai dari guru?

Semoga bermanfaat.

 

@Rika 02/11/09.

 

One thought on “E-DUKASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s